Sabtu, 19 Desember 2009

Pengalamanku...

          Hari itu kira-kira 2 bulan yang lalu didalam kelas,ada dua orang yang tiba-tiba masuk ke dalam kelas. Gag kenal dan siapa mereka aku tak mengenalnya. Mereka minta izin kepada ibu dosen yang sedang mengajar untuk memberi undangan pada kita yang ada di kelas. Dan ternyata aku diberi undangan itu. Aq bertanya-tanya dalam angan. Undangan apa ini? Ternyata setelah dibuka undangan untuk menjadi aslab LPUG. Yasudah,tanpa berfikir panjang saya berniat untuk mengikutinya. Banyak teman juga yang mendukungku, orang tuaku dan juga pacarku. Semua mendukung aku sepenuhnya.

Didalam surat undangan tersebut berisi syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam berkas yang harus aku kumpulkan. Syarat tersebut sebagai berikut :
1. Sedang tidak bertugas/terdaftar sebagai asisten di laboratorium maupun lembaga lainnya.
2. Surat lamaran yang ditujukan kepada Koordinator LPUG.
3.Curiculum Vitae yang dapat didownload di situs studentsite.
4. Foto copy DNS dan DNU dari semester awal sampai dengan semester terakhir yang diikuti.
5. Semua berkas dimasukkan kedalam amplop berwarna cokelat berukuran A4, dan di sudut kanan atas dicantumkan nama divisi peminatan yang dipilih. Dan divisi peminatan yang dapat dipilih adalah :
•    Divisi Development (Programmer)
•    Divisi IT HelpDesk (Technical Support, khusus mahasiswi)

          Semua persyaratan tersebut harus diserahkan ke ruang GUCC di kampus D Margonda, gedung 4 lantai 3 ruang 431 paling lambat tanggal 21 November. Kira-kira dua minggu kemudian tepatnya tanggal 21 November semua berkas persyaratan itu harus dipersiapkan dan sudah siap untuk dikumpulkan.
Tiga minggu setelah UTS ada seorang teman yang sms aku,dia memberi tahu kalau aku lulus dalam tes pertama. Karena sangat penasaran akupun langsung menyalakan internet di rumahku. Dengan terkejutnya aku melihat pengumuman itu. “Ternyata benar aku lulus dalam seleksi pertama”. Dalam hati sangat senang, pokoknya campur aduk senengnya…

14 Desember 2009,
          Aku mengikuti tes tahap 2 dan disitu aku menjalani tes IQ. Pembimbing yang ada di Lab memberi petunjuk bagaimana cara mengikuti tes tersebut. Dengan cermat aku mendengarkannya. Tespun dimulai, akupun mulai mengerjakannya. Dipertengahan tes itu dalam hati aku berkata “Hadduhh pusing baget ya,,soalnya dah kaya kreta panjangnya,,mana ada itung-itungan pula…Hadduhh…!!!”. Yaudahlah jalanin aja tes itu walaupun ribet..hhehehe…. Tespun selesai dan seusainya diberi tahu lagi kalau ada tes berikutnya.

16 Desember 2009,
          “Untungnya hari itu gag ada kelas yang harus diikuti, jadi aku bisa mengikuti tes berikutnya”. “Tes program….Huahhhhh…. Pasti lebih pusing dari tes IQ kemarin..!!!”. Senin kemarin setelah tes IQ diberi tahu kalau tes berikutnya di ruang 430. Sesampainya di ruangan tersebut ternyata lampu masih gelap dan tak ada seorangpun aslab di ruangan itu.. Aku dan temanku bingung. Salah satu temanku itu bilang “Kayanya bukan disini dech tempatnya”. Akupun menjawab “Iya bukan disini dech kayanya,,apa mungkin ditempat kemarin ya???” Yaudah tanpa berlama-lama di depan ruangan itu aku dan temankupun bergegas ke lantai atas tempat tes kemarin. Ternyata benar disitu lagi tesnya.
          Jadwalnya sih jam 9, tapi biasalah orang Indonesia kan selalu ngaret. Kira-kira setengah jam kemudian tepatnya jam 9.30 semua peserta tes disuruh masuk oleh salah satu aslab di ruangan tersebut. Aku dan temanku masuk dan gag lupa absen dulu. Duduk di depan layar computer dan dikomputer tersebut sudah ada 7 soal. Aku kira disuruh ngerjain semua, ternyata hanya 1 soal yang harus dikerjakan. Ya walaupun Cuma 1 tapi susahnya minta ampun..huhuhu….2 jam kemudian tes selesai dan ternyata ada tes berikutnya yaitu wawancara atau bahasa kerennya interview.  

19 Desember 2009,
          Tes interview yang harusnya dilakukan jam 10 tapi ngaretnya setengah jam lebih. Tapi udah biasalah kalau masalah ngaret. Deg..degan jantung ini berdetak.. Grogi banget dech pokoknya, masalahnya untuk pertama kalinya di interview seperti itu. Akupun masuk dengan temanku. Berhadapan dengan salah satu aslab dan bilang “kak,saya boleh duluan gag?? Masalahnya ntar saya harus ikut ujian i-Lab jam setengah 12”. Kakak aslab tersebut lalu mengizinkan kita berdua untuk interview duluan. Dalam hati “Maaf ya teman-teman yang diluar.hehehe…”
          Wawancara dimulai dengan memperkenalkan diri terlebih dahulu. Bermacam-macam pertanyaan yang diberikan, diantaranya pengalaman orgnisasi, tentang pelajaran kuliah, dan juga menjawab soal yang diberikan. Tanpa disadari waktu menunjukkan pukul 11.30, akupun sudah resah dan pikiran sudah gag konsen untuk menjawab pertanyaan yang diberikan. Kira-kira pukul 11.40 aku pura-pura bertanya oleh kakak tersebut.

Aku :  “Kak sekarang jam berapa ya??”.
Aslab : “Memangnya kenpa?”
Aku : “ Saya ada ujian i-Lab jam 11.30”
Aslab : “Sekarang sudah jam 11.40, lalu kamu mau udahan??”
Aku : “Saya izin ya kak karena i-Lab nggak boleh telat”
Aslab : “Oh yasudah kalau begitu, saya juga lupa kalau tadi kamu sudah izin”.
Aku : “ Makasih ya kak”

         Dengan rasa was-was akupun pergi dari ruangan itu, perasaan takut gag boleh masuk dan gag boleh ujian yang ada dipikiranku saat itu. Sesampainya dikampus H, aku sesegera mungkin lari supaya nggak terlalu telat. Bertanya pada salah satu aslab di i-Lab yang sudah kenal untuk minta izin apakah diperbolehkan masuk apa tidak. Tapi ternyata dia malah menyuruh aku untuk bertanya lagi pada aslab yang lebih senior. Merayu dan membujuk dengan memberi alasan yang pasti akupun diperbolehkan masuk dan mengikuti ujian.



0 komentar:

Posting Komentar